=> Mendefinisikan Array
Syntax
array( [key =>] value , ... )
Contoh berikut ini mendefinisikan sebuah array:
$ar = array( 0 => 1, 1 => 'huda', 2 => '007', 3 => 'indonesia' );
Perhatikan contoh diatas, tanda => adalah pemisah antara pasangan kunci dengan nilainya. Kunci terletak disebelah kiri (sebelum tanda =>), sedangkan nilai terletak disebelah kanan (sesudah tanda =>). Tanda koma adalah pemisah antara pasangan kunci dengan nilainya. Pada contoh diatas, variable $ar memiliki data dengan tipe array sebanyak 4 data, dengan perincian sebagai berikut:
Data ke-1 adalah 1 dengan kuncinya 0
Data ke-2 adalah 'huda' dengan kuncinya 1
Data ke-3 adalah '007' dengan kuncinya 2
Data ke-4 adalah 'indonesia' dengan kuncinya 3
=> Kunci dengan Integer atau String
Kunci dalam array bisa berupa Integer atau String. Pada contoh diatas, semua kuncinya menggunakan Integer (0 sampai dengan 4). Definisi array berikut ini memadukan penggunakan kunci dengan Integer dan String:
$ar = array( 0 => 1, 'Nim' => 1, 1 => 'huda', 'nama' => 'huda007' );
Definisi array diatas memiliki 4 buah data dengan perincian sebagai berikut:
Data ke-1 adalah 1 dengan kuncinya 0
Data ke-2 adalah 1 dengan kuncinya 'Nim'
Data ke-3 adalah 'huda' dengan kuncinya 1
Data ke-4 adalah 'huda007' dengan kuncinya 'nama'
=> Tanpa Menggunakan Kunci
Definisi data dalam array harus dengan kuncinya. Tapi, bila anda tidak mendefinisikan kuncinya, maka, oleh PHP akan dibuatkan secara otomatis, dengan tipe Integer, diawali dengan 0. Perhatikan contoh berikut ini:
$a = array( 1,'nama','huda', '007' );
Contoh definisi array diatas, tidak menggunakan kunci, maka, kunci-kunci tersebut akan dibuat otomatis oleh PHP, sehingga:
Data ke-1 adalah 1 dengan kuncinya 0
Data ke-2 adalah 'nama' dengan kuncinya 1
Data ke-3 adalah 'huda' dengan kuncinya 2
Data ke-4 adalah '007' dengan kuncinya 3
Jadi, walaupun anda tidak menggunakan kunci, PHP akan tetap membuatkannya.
=>Mengakses Nilai Array
Untuk mendapatkan nilai array, gunakan kuncinya. Perhatikan contoh berikut:
$ar = array( 'nama', 'saya', 'huda' );
echo $ar[0]; // hasilnya 'nama'
echo $ar[1]; // hasilnya 'saya'
echo $ar[2]; // hasilnya 'huda'
Contoh diatas, data tidak ditulis kuncinya, maka, secara otomatis, kuncinya menjadi 0, 1, dan 2.
Perhatikan contoh berikut ini:
$ar = array( 1, 'nama' => 'huda', '007', 'alamat' => 'jember' );
Pada contoh diatas, tidak semuanya memiliki kunci, maka secara otomatis, akan dibuat oleh PHP, yang dimulai dari 0. Maka, untuk mendapatkan hasilnya (berdasarkan kuncinya) sebagai berikut :
echo $a[0]; // hasilnya 1
echo $a['nama']; // hasilnya 'huda'
echo $a[1]; // hasilnya '007'
echo $a['alamat']; // hasilnya 'jember'
Mengubah Nilai dalam Array
Kunci dalam array harus unique (tidak ada yang sama). Kunci ini yang anda gunakan untuk menambah atau mengubah nilai dalam array. Perhatiakan yang berikut ini:
$ar = array( 1, 'nama' => 'huda007' );
Pada program diatas, array memiliki 2 buah data, data pertama memiliki kunci 0 dengan nilai 1, sedangkan data kedua, memiliki kunci 'nama' dengan nilai 'huda007'. Perhatikan program berikut ini, kedua data tersebut akan diubah:
$ar[0] = 5; // Mengubah data pertama yang memiliki kunci 0
$ar['nama'] = 'bond007'; // Mengubah data kedua yang memiliki kunci 'nama'
Jadi, jika anda ingin mengubah data dalam array, ubah dengan menggunakan kuncinya.
Menambah Nilai dalam Array
Untuk menambah data baru pada array, anda menggunakan kunci yang belum ada pada array tersebut. Lihat contoh berikut ini:
$ar[1] = 10;
$ar[2] = 14;
$ar['alamat'] = 'jember';
$ar['nip'] = '007';
Karena kunci bernilai 1, 2, alamat, dan nip belum ada pada array $ar, maka proses diatas adalah, anda menambahkan data kedalam array.
Menambah Nilai dalam Array Tanpa Menggunakan Kunci
Anda dapat menambah data tanpa menyebutkan kuncinya. Tapi, kunci tersebut akan dibuat secara otomatis oleh PHP dengan tipe Integer, yang dimulai dari 0, atau jika sebelumnya sudah ada nilai tertentu, maka menggunakan nilai maximum yang ada ditambahkan dengan 1. Lihat contoh berikut ini:
$baru[ ] = 2; // memiliki kunci 0
$baru[ ] = 3; // memiliki kunci 1
Cara diatas, sama aja anda membuat data sebagai berikut:
$baru = array( 2, 3 );
Atau, sama saja dengan cara berikut ini:
$baru = array( 0 => 2, 1 => 3 );
2-Dimensional Array
Array yang sebelumnya anda pelajari adalah 1-Dimensional Array. 1-Dimensional Array adalah, array yang mempunyai data dengan tipe bukan array, misalnya, string, integer, boolean, float, dan lain-lain. Berikut ini contoh dari 1-Dimensional Array:
$ar = array( 1, 'huda', 700 );
echo $ar[0].'
';
echo $ar[1].'
';
echo $ar[2].'
';
?>
Contoh array diatas adalah 1-Dimensional Array. Tanda [ ] digunakan untuk mengakses nilai, didalam tanda [ ] berisi kuncinya. Jumlah tanda [ ] menandakan dimensinya.
Berikut ini adalah contoh 2-Dimensional Array:
?>
$ar = array( 0 => array( 1, 2 ), 1 => array( 3, 4 ) );
echo $ar[0][0]; // hasilnya 1
echo $ar[0][1]; // hasilnya 2
echo $ar[1][0]; // hasilnya 3
echo $ar[1][1]; // hasilnya 4
?>
Contoh diatas adalah array yang memiliki data berupa array juga. Yang perlu anda perhatikan adalah, ketentuan membuat atau mengakses array pada dimensi dua tetap sama dengan membuat satu dimensi, misalnya, tetap harus mempunyai kunci.
Untuk mendapatkan nilai 2, menggunakan $ar[0][1]. Mengapa demikian, [0] adalah kunci untuk data pertama terhadap array terluar, sedangkan [1] adalah kunci terhadap array yang berada didalamnya.
Multi Dimensional Array
Multi Dimensional Array adalah array yang memiliki data berupa array dan datanya array lagi, dan seterusnya. 3-Dimensional berarti kedalaman arraynya sampai 3.
Looping (perulangan) dalam Array
Anda dapat mengakses seluruh data array tanpa anda harus menyebutkan kuncinya, caranya, dengan menggunakan foreach. foreach berfungsi melooping seluruh data didalam array dari awal hinggal akhir data.
Syntax
foreach (array_expression as $value) statement
foreach (array_expression as $key => $value) statement
Pada Syntax diatas, ada dua cara yang bisa anda gunakan untuk menggunakan foreach. Contoh berikut ini menggunakan cara yang pertama:
$ar = array( 1, '007', 'nama' => 'huda' );
foreach( $ar as $var ){
echo $var.'
';
}
?>
Hasil kode diatas adalah:
1
007
huda
Tiap kali looping, nilai dalam array tertampung pada variable $var. Sehingga, echo $var akan menghasilkan nilai yang berbeda pada tiap kali looping.
Contoh berikut ini menggunakan foreach denagn cara yang kedua:
$ar = array( 1, '007', 'nama' => 'huda' );
foreach( $ar as $key => $var ){
echo 'Kunci '.$key.' , 'Nilai '.$var.'
';
}
?>
Hasil kode diatas adalah:
Kunci 0 , Nilai 1
Kunci 1 , Nilai 007
Kunci nama , Nilai huda
Tiap kali looping, nilai dalam array tertampung pada variable $var, Sedangkan kuncinya tertampung pada variable $key. Sehingga, echo $var dan $key akan menghasilkan nilai kunci yang berbeda pada tiap kali looping.
Looping dalam 2-Dimensional Array
Contoh berikut ini looping pada array 2 dimensi:
$ar = array( array( 1, 'huda007' ), array( 2, 'cak-bud' ) );
foreach( $ar as $var ){
echo $var[0].' '.$var[1].'
';
}
?>
Hasil kode diatas adalah:
1 huda007
2 cak-bud
Tiap kali looping data tertampung pada variable $var. Karena isi datanya berupa array, maka, untuk mendapatkan nilainya, harus menggunakan kuncinya. $var[0] untuk mendapatkan nilai pertama, sedangkan $var[1] untuk mendapatkan nilai kedua.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar